Dalam teks Roma 10:16-21, Paulus memulai penjelasannya dengan pernyataan di ayat 16 “Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu”. Jikalau kita bandingkan dengan ayat sebelumnya 14-15 dapat dilihat ada orang yang di utus untuk mengabarkan Injil itu tetapi ayat 16 Paulus menyatakan ternyata tidak semua juga menerima kabar baik itu, mengapa ?
Bagian yang menarik untuk di teliti adalah kata “menerima” yang dalam bahasa Yunaninya menggunakan kata “υπηκουσαν ” yang memiliki arti patuh, taat, tunduk, mendengar, menyerahkan diri dan menerima. Pengertian dari kata-kata ini menunjukkan adanya kesesejajaran antara menerima dan patuh, taat, tunduk, mendengar dan menyerahkan diri. Mengapa bisa disimpulkan sejajar karena memang dibutuhkan kepatuhan, ketaatan, tunduk, mendengar dan penyerahan diri jikalau seseorang mau menerima sesuatu sebab jikalau sikap ini tidak ada maka pasti tidak akan terjadi proses menerima tersebut.
Hal ini penting disampaikan Paulus mengapa Firman itu sudah disampaikan tetapi masih ada juga yang tidak menerima kabar baik itu penyebabnya karena kita tidak mau tunduk, taat, menyerahkan diri kita untuk mendengar dan menerima kabar baik itu. Ketika kita merasa kurang penting, tidak mau taat atau tunduk maka apapun yang diperintahkan pasti tidak akan dilaksanakan. Paulus menginginkan diri kita takluk, taat, tunduk, menyerahkan diri di hadapan Tuhan agar supaya kita siap mendengar apa yang diperintahkan. mengapa diperlukan sikap di atas karena iman muncul dari pendengaran, jikalau kita tidak siap mendengar, tidak siap tunduk maka Firman yang kita dengan tidak akan bermanfaat dikarenakan kita sudah memasang “benteng” terlebih dahulu yakni tidak mau menerima/taat/tunduk.
Jikalau proses takluk ini tidak ada maka semua apa yang kita dengar (bandingkan ay.18) tidak ada gunanya, kita tidak akan menanggapinya (bandingkan ay.19) jika ini terjadi maka kita manusia yang hanya mendengar tetapi tidak menaklukan diri pada otoritas Firman akan menjadi orang yang kurang peka, buta mata rohaninya, hidup tidak bersyukur. Bahkan Allah telah berkenan di temui, Allah telah menampakkan dirinya, Allah telah mengulurkannya tetapi kita tidak menyadarinya (bandingkan ayat 20-21). Yang hanya kita lakukan adalah tidak taat dan membantah saja (ay.21) ini adalah akibat orang Kristen yang hanya mendengar tetapi tidak menaklukan dirinya kepada otoritas Kristus. Ketika tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan, pikirkan, harapkan maka kita bersikap membangkang/tidak taat dan membantah.
Dengan demikian Paulus mau memberikan kunci untuk kita dalam melalui hidup sebagai orang percaya:
- Takluk, taat, tunduk, patuh, menyerahkan diri kepada otoritas Kristus sumber kabar baik itu. Atau dengan kata lain terjadi perubahan pola pikir dimana pola pikir kita di taklukan pada kuasa Firman Tuhan.
- Jika sudah takluk maka pasti kita akan selalu mendengar apa yang dikatakan firman tanpa membantah dan bertindak tidak taat.
- Dengan demikian maka pasti kita akan melakukan Firman Kristus karena tindakan yang benar muncul dari pikiran yang dibenarkan oleh Kristus
Taklukan akal budimu pada otoritas Kristus (Roma 12:2) sehingga akan ada ketaatan dalam menerima Firman Kristus yang akan menumbuhkan iman percaya sehingga setiap tindakan akan sesuai dengan Firman-Nya.








