Kunci

Hari ini dimulai dengan hujan bukan berarti hari kurang baik, saya bersyukur kepada Tuhan diberikan hujan untuk memulai hari ini. Sekitar lima bulan tidak pernah update blog ini, hari ini kenapa tidak memulainya lagi dengan komitemen yang baru untuk setia dan rutin update blog ini.

Kegiatan hari ini bersama istri tercinta mengikuti kegiatan seminar  OWNERSHIP SPIRIT and INTEGRITY MINISTRY  di GEPEMBRI Jemaat Tanjung dengan pembicara Pdm.Susie Widjaya. Pengajaran yang menarik dimana beliau memberikan kunci dalam pelayanan yakni:

  1. Harus memiliki kepekaan untuk mendengar suara Tuhan, sebagai Hamba Tuhan kita dituntut untuk dapat memiliki kepekaan rohani yang baik dengan menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan. Kita dituntut untuk memiliki kepekaan untuk mendengar suara Tuhan bandingkan Yesaya 50:4-5, Allah menginginkan kita mempertajam pendengaran kita tiap saat sehingga kita akan peka terhadap suara Tuhan karena Ia akan membukakan telinga kita. Hiduplah dalam relasi yang baik dengan Tuhan. Dia tidak pernah meninggalkan kita tetapi kitalah yang sering meninggalkan Dia.
  2. Melayani harus memiliki tujuan. Jikalau seorang Hamba Tuhan melayani tanpa memiliki tujuan yang jelas maka akan mengakibatkan pelayanannya biasa-biasa saja, 1 Kor.9:23-27  Hamba Tuhan harus melayani dengan tujuan yang jelas, kita menguasai hidup kita dan terus memberitakan Injil.
  3. Keluarga harus menjadi berkat, keluarga tidak bisa dilepaskan dalam suatu pelyanan oleh sebab itu dibutuhkan kesatuan dan kebersaman dalam pelayanan. Keluarga harus bisa mendukung dan menjadi berkat oleh sebab itu ada syarat-syarat yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin rohani, bandingkan 1 Tim. 3:1-7.
  4. Hidup harus tidak bercela. Banyak Hamba Tuhan tidak berhasil dan tidak bisa mengembangkan pelayanan dengan maksimal dikarenakan mereka masih menyimpan dan melakukan dosa. Ini menjadi penekanan dan peringatan ulang kepada pelayan-pelayan untuk bisa memelihara kekudusan hidup. Allah tidak akan memberkati pelayanan kita jikalau kita tidak memelihara kekudusan hidup kita. harus terjadi pertobatan pola pikir tidak hanya bertobat secara emosional saja sebab melalui pertimbangan pemikiran maka lahirlah suuatu keputusan untuk bertindak. Kita harus membentuk pola pikir takut Tuhan=takut berbuat dosa sebab Tuhan akan menghakimi dan  menghukum kita sesuai dengan apa yang kita lakukan. Manusia memilih dosa karena kebodohan mereka yakni hidup dikuasai oleh hawa nafsu dan pengaruh pengajaran nenek moyang kita. Kuduslah kamu karena Aku kudus bandingkan 1 Pet.2:13-25.

Sangat diberkati dengan pengajaran ini, mengoreksi diri dan lebih meningkatkan kualitas hubungan pribadi dengan Tuhan dalam terus mengembangkan pelayanan yang dipercayakan.

Terlepas dari pengajaran-pengajaran dalam seminar tersebut memang ada beberapa yang sedikit berbeda dari persepsi yang saya miliki tetapi tidak perlu di permasalahkan karena “hanya sekedar kulit” pendekatan dan ekspresi manusia untuk berusaha lebih dekat dengan Tuhan adalah alami, masing-masing kita memiliki cara yang unik untuk mengenal dan dikenal Tuhan yang penting prinsipnya jangan diubah atau dimodifikasi. Seiring dengan bertambahnya pengetahuan, pengalaman sebagai hasil pengamatan maka tentu akan mengubah persepsi seseorang dalam menafsirkan, memaknai, memberi nilai dan mengambil keputusan dalam melakukan tindakan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under life is

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s